Senin, 29 April 2019

Jenis-Jenis Topologi Jaringan



Topologi Jaringan adalah deskripsi skematis pengaturan jaringan, menghubungkan berbagai node (pengirim dan penerima) melalui jalur koneksi.
Topologi jaringan mengacu pada tata letak fisik atau logis dari suatu jaringan. Ini mendefinisikan cara yang berbeda tempat dan hubungan satu sama lain. Di sisi lain, topologi jaringan dapat menggambarkan bagaimana data ditransfer antar node. 

Ada dua pemahaman topologi jaringan: fisik dan logis.
Topologi fisik menekankan tata letak fisik dari perangkat dan node yang terhubung termasuk lokasi dan pemasangan kabel.
1. Topologi Ring
Topologi ring atau sering disebut dengan topologi cincin merupakan suatu topologi jaringan yang dipakai untuk menghubungkan sebuah komputer dengan komputer lainnya dalam sebuah rangkaian yang berbentuk melingkar seperti cincin. Jenis topologi jaringan ini umumnya hanya menggunakan LAN card agar masing-masing komputer terkoneksi.

Kelebihan Topologi Ring

·         Biaya untuk instalasinya murah.
·         Performa koneksi cukup baik.
·         Proses instalasi dan konfigurasi cukup mudah.
·         Implementasinya mudah dilakukan.

Kekurangan Topologi Ring

·         Jika terjadi masalah, troubleshooting jaringan ini terhitung rumit.
·         Pada jaringan ini tabrakan arus data sangat rentan terjadi.
·         Koneksi pada jaringan akan terputus jika salah satu koneksi bermasalah.

2. Topologi Bus

Topologi bus adalah topologi jaringan yang lebih sederhana. Pada umumnya topologi jaringan ini dilakukan pada installasi jaringan berbasi kabel coaxial.
Topologi bus memakai kabel coaxial pada sepanjang node client dan konektor. Jenis konektor yang digunakan adalah BNC, Terminator, dan TBNC.


Kelebihan Topologi Bus

·         Kemudahan dalam penambahan client atau workstation baru
·         Mudah digunakan dan sangat sederhana
·         Biaya instalasi murah karena kabel yang digunakan sedikit

Kekurangan Topologi Bus

·         Sering terjadi tabrakan arus data
·         Proses pengiriman dan penerimaan data kurang efisien
·         Topologi bus yang lama sulit untuk dikembangkan
·         Jika ada masalah pada kabel, misalnya terputus, maka komputer workstation akan terganggu.


3. Topologi Star

Topologi star atau disebut juga dengna topologi bintang adalah topologi jaringan berbentuk bintang dimana pada umumnya memakai hub atau switch untuk koneksi antar client. Topologi jaringan komputer ini paling sering digunakan saat ini karena memiliki banyak kelebihan.

Kelebihan Topologi Star

·         Jaringan topologi ini tetap berjalan baik walaupun salah satu komputer client bermasalah
·         Tingkat keamanan data pada topologi ini cukup baik
·         User lebih mudah mendeteksi masalah pada jaringan
·         Lebih fleksibel

Kekurangan Topologi Star

·         Topologi ini terhitung mahal karena menggunakan cukup banyak kabel
·         Seluruh komputer dalam jaringan ini akan bermasalah jika hub atau switch mengalami masalah
·         Topologi star sangat tergantung pada terminal pusat.

4. Topologi Mesh

Topologi mesh adalah sebuah topologi yang bisa digunakan untuk rute yang banyak. Jaringan pada topologi ini menggunakan kabel tunggal sehingga proses pengiriman data menjadi lebih cepat tanpa melalui hub atau switch.


Kelebihan Topologi Mesh

·         Bandwidth limit nya cukup besar
·         Security data pada topologi ini sangat baik
·         Tidak terjadi tabrakan arus data karena jalur pengiriman data sangat banyak

Kekurangan Topologi Mesh

·         Kabel yang dibutuhkan jumlahnya banyak
·         Biaya installasi topologi mesh sangat mahal karena menggunakan banyak kabel
·         Installasinya sangat rumit

5. Topologi Tree

Topologi tree atau topologi pohon adalah hasil penggabungan dari topologi bus dan topologi star. Topologi tree pada umumnya dipakai untuk interkoneksi antara hirarki dengan pusat yang berbeda-beda.

Kelebihan Topologi Tree

·         Dapat dan mudah dikembangkan menjadi topologi jaringan yang lebih luas
·         Susunan topologi ini terpusat secara hirarki sehingga pengaturan data menjadi lebih mudah

Kekurangan Topologi Tree

·         Topologi tree memiliki kinerja jaringan yang lambat
·         Penggunaan kabel yang sangat banyak sehingga biaya installasinya mahal
·         Kabel backbone merupakan sentral dari topologi ini
·         Bila komputer bagian atas bermasalah, maka komputer bagian bawah juga akan bermasalah

6. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer adalah topologi jaringan yang sangat sederhana karena hanya menghubungkan 2 komputer. Pada umumnya topologi peer to peer memakai satu kabel saja untuk menghubungkan kedua komputer agar bisa saling berbagai data.

Kelebihan Topologi Peer to Peer
·         Biaya installasi sangat murah
·         Proses installasi mudah
·         Setiap komputer dapat berperan sebagai server atau client

Kekurangan Topologi Peer to Peer

·         Topologi ini sangat sulit dikembangkan
·         Security dalam topologi ini sering bermasalah
·         Proses troubleshooting termasuk rumit

7. Topologi Hybrid

Topologi Hybrid adalah gabungan dari beberapa topologi yang berbeda dan membentu jaringan baru. Dengan kata lain, jika ada dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung dalam satu jaringan maka topologi jaringan tersebut akan membentuk topologi hybrid.


Kelebihan Topologi Hybrid

·         Topologi ini sifatnya fleksibel
·         Penambahan koneksi lain pada topologi ini menjadi sangat mudah

Kekurangan Topologi Hybrid

·         Proses installasi dan pengaturannya cukup rumit
·         Manajemen pada topologi hybrid sangat sulit dilakukan
·         Biaya untuk membuat topologi ini cukup mahal

Selasa, 02 April 2019

JARINGAN KOMPUTER


PENGERTIAN REPEATER



Berbicara mengenai repeater, maka tidak akan jauh dari pokok bahasan jaringan. Repeater merupakan salah satu alat yang berguna pada jaringan komputer. Repeater pada dasarnya berasal dari bahasa Inggris ‘repeat’ yang berarti pengulangan. Jika diartikan dari suku kata, maka repeater dapat diartikan sebagai pengulang kembali, ataupun jika disempurnakan dalam sebuah bahasa, maka repeater merupakan alat yang berguna untuk mengulang dan meneruskan kembali signal ke daerah sekitar perangkat ini.

Jika dikaji secara bahasa teknis, maka pengertian repeater adalah alat yang berguna untuk menguatkan signal. Dengan alat ini, signal yang lemah dapat ditingkatkan daya jangkaunya sehingga dapat digunakan untuk cakupan wilayah yang lebih luas.



Fungsi Repeater

  1. Memperluas daya jangkau signal server

Fungsi yang pertama dari alat ini adalah untuk memperluas daya jangkau singnal. Jika signal lemah, maka daya jangkaunya akan lebih sempit, sedangkan ketika signal kuat maka daya jangkaunya akan lebih luas.

  1. Mengcover berbagai wilayah minim signal dari server

Dengan menggunakan repeater, maka daerah yang minim signal dapat dapat lebih mudah untuk mendapatkan signal. Hal ini dikarenakan, signal yang lemah dibuat menjadi lebih kuat oleh alat ini.

  1. Memudahkan akses signal WiFi

Dengan signal yang lebih kuat tentunya para pengguna perangkat yang membutuhkan signal dapat lebih mudah mengakses signal tersebut. Salah satu penerapan dari alat ini adalah pada signal WiFi.

  1. Meneruskan dan memaksimalkan signal

Fungsi yang keempat adalah meneruskan dan memaksimalkan signal. Dalam fungsi ini, repeater bekerja dengan cara menangkap, mengelola, memperbesar, dan meneruskan signal ke berbagai perangkat jaringan yang ada di sekitar alat ini.

  1. Memudahkan proses pengiriman dan penerimaan data

Dengan signal yang lebih kuat proses pengiriman dan penerimaan data antar sesama pengguna perangkat jaringan ataupun yang melalui jaringan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Hal ini dapat diibaratkan seperti halnya ketika mobil melaju di jalan tol (ketika menggunakan repeater).

  1. Meminimalisir penggunaan kabel jaringan

Sistem kerja dari repeater adalah melalui signal wireless. Dengan menggunakan alat ini, maka penggunaan kabel yang ribet dan semrawut dapat dihindari.

Demikianlah tulisan mengenai pengertian repeater dan fungsi repeater yang dapat kami bagikan untuk Anda. Semoga dengan membaca tulisan yang singkat ini, Anda dapat lebih memahami mengenai repeater beserta dengan fungsi-fungsinya.





PENGERTIAN BRIDGE


 


Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local Area Network) dengan jaringan LAN lainnya secara Wireless (nirkabel). Bridge juga dapat menghubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda-beda, misalnya dari jaringan LAN Ethernet ke jaringan LAN Fast Ethernet.

Cara kerja Bridge lebih canggih dibanding repeater. Bridge bekerja dalam lapisan data link layer model OSI (Open System Interconnection). Bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang bekerja dengan metode transimisi berbeda atau medium access control berbeda. Menariknya, Bridge adalah alat yang bisa mempelajari alamat link yang ada di setiap perangkat terhubung dan mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut



Fungsi Bridge Pada Jaringan Komputer

Bridge adalah alat yang berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang saling terpisah. Melalui Bridge, tiap user di kedua jaringan komputer LAN tersebut bisa saling berkomunikasi dan bertukar data. Selain fungsi dasar tersebut, Bridge juga memiliki fungsi lainnya, yaitu:

1. Menghubungkan 2 Jaringan LAN yang Terpisah Jarak

Misalnya kantor Anda terdiri dari beberapa bangunan yang saling terpisah satu sama lain. Jika setiap gedung memiliki jaringan LAN sendiri dan saling terhubung dengan Bridge maka pastinya akan lebih ekonomis, daripada harus menyambungkan semua tempat dengan kabel.




2. Memudahkan Mengelola Jaringan Secara Mandiri

Jika setiap departemen atau divisi dalam kantor memiliki kepentingan dan perangkat, server, atau workstation berbeda maka akan lebih efisien jika punya jaringan LAN sendiri-sendiri. Kepentingan atau tujuan departemen yang berbeda akan lebih nyaman bekerja jika memiliki jaringan komputer otonom sendiri. Jika ingin terhubung ke departemen lain bisa dengan bantuan Bridge.

3. Mengurangi Beban Jaringan

Misalnya ada banyak user yang mengakses data berukuran besar dalam server dalam waktu bersamaan. Jika hanya mengandalakn satu LAN tunggal maka akan menghambat performa jaringan dalam memenuhi permintaan setiap user. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan banyak LAN namun saling terhubung ke server melalui Bridge.




PENGERTIAN ROUTER

Pengertian Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan atau network, baik jaringan yang menggunakan teknologi sama atau yang berbeda, misalnya menghubungkan jaringan topologi Bus, topologi Star atau topologi Ring.

Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.









Rabu, 12 Desember 2018

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman berdasarkan konsep "objek", yang dapat berisi data, dalam bentuk field atau dikenal juga sebagai atribut; serta kode, dalam bentuk fungsi/prosedur atau dikenal juga sebagai method. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya, Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik peranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.
Ø   Konsep dasar
1.       Kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
  1. Objek - membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.
  2. Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
  3. Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
  4. Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
  5. Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.
Ø   Bahasa pemrograman
Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:
1.        Visual Foxpro
2.        Java
3.        C++
4.        Pascal (bahasa pemrograman)
5.        SIMULA
6.        Smalltalk
7.        Ruby
8.        Python
9.        PHP
10.    C#
11.    Delphi
12.    Eiffel
13.    Perl